Rabu, 23 April 2014

gaya kepemimpinan

Implementasi strategi biasanya berkaitan erat dengan perubahan, oleh karena itu tidaklah mengherankan masalah kepemimpinan merupakan hal yang sangat penting dan perlu dicermati secara teliti dalam implementasi strategi. Gaya kepemimpinanlah yang akan berpengaruh terhadap cara-cara berkomunikasi serta proses pengambilan keputusan di dalam organisasi di mana semua itu nantinya akan bermuara pada terbentuknya budaya organisasi 

Tiga gaya kepemimpinan yang pokok yaitu gaya kepemimpinan Otokratis, Demokratis, Laissez faire.

1.     Gaya Kepemimpinan Otokratis
Gaya kepemimpinan Otokratis ini meletakkan seorang pemimpin sebagai sumber kebijakan. Pemimpin merupakan segala-galanya. Bawahan dipandang sebagai orang yang melaksanakan perintah. Oleh karena itu bawahan hanya menerima instruksi saja dan tidak diperkenankan membantah maupun mengeluarkan ide atau pendapat. Dalam posisi demikian anggota atau bawahan tidak terlibat dalam soal keorganisasian. Pada tipe kepemimpinan ini segala sesuatunya ditentukan oleh pemimpin sehingga keberhasilan organisasi terletak pada pemimpin.

2.     Gaya Kepemimpinan Demokratis
Gaya kepemimpinan ini memberikan tanggungjawab dan wewenang kepada semua pihak, sehingga ikut terlibat aktif dalam organisasi, anggota diberi kesempatan untuk memberikan usul serta saran dan kritik demi kemajuan organisasi. Gaya kepemimpinan ini memandang bawahan sebagai bagian dari keseluruhan organisasinya, sehingga mendapat tempat sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia. Pemimpin mempunyai tanggungjawab dan tugas untuk mengarahkan, mengontrol dan mengevaluasi serta mengkoordinasi.

3.     Gaya Kepemimpinan Laissez faire
Pada prinsipnya gaya kepemimpinan ini memberikan kebebasan mutlak kepada para bawahan. Semua keputusan dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan diserahkan sepenuhnya kepada bawahan. Dalam hal ini pemimpin bersifat pasif dan tidak memberikan contoh-contoh kepemimpinan. (Ngalim Purwanto, 1992:48-50)
Dari beberapa gaya kepemimpinan tersebut akan mempunyai tingkat efektivitas yang berbeda-beda, tergantung pada faktor yang mempengaruhi perilaku pemimpin. Seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya sangat dipengaruhi oleh faktor, baik yang berasal dari dalam diri pribadinya maupun faktor yang berasal dari luar individu pemimpin tersebut.

selain itu terdapat 4 gaya ataupun model kepemimpinan yang dalam suatu organisasi maupun perusahaan:
1. directing, rendah hubungan dan tinggi tugas gaya kepemimpinan ini cederung dikatakan gaya kepemimpinan otoriter. bisa dikatakan awal mula kita masuk dalam dunia kerja dimana kita lebih banyak menerima arahan dari atasan

2. coach, tinggi hubungan dan tinggi tugas gaya kepemimpinan ini lebih cenderung dikatakan gaya kepemimpinan demokrasi karena atasan juga mendengar bawahan dan saling bekerja sama.

3. suporting, tinggi hubungan dan rendah tugas gaya kepemimpinan ini sama halnya dengan coach namun perbedaan terketak pada atasan yang lebih memberikan dukungan pada bawahan dalam tugasnya

4. delegating, rendah hubungan dan rendah tugas gaya kepemimpinan ini dikatakan dengan gaya keemimpinan liberal dikarenakan atara atasan dan bawahan sudah saling memberikan kepercayaan penuh terhadap bawahan.

kepemimpinan juga harus berpegang pada nilai etika dan filsafat serta sifat-sifat kepemimpinan sehingga dalam suatu organisasi hubungan pemimpin dengan bawahan bisa terjalin dengan baik dengan menyesesuaikan pada situasional tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar